Orang Muda Bekerja untuk Belajar

Judul diatas adalah kutipan dari Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris dunia Rich Dad, Pood Dad. Kiyokasi benar banget! 

Berkaca pada pengalaman diri sendiri, saya memulai karir di usia 22 tahun. Sembari menyelesaikan studi di jurusan Komunikasi Universitas Indonesia, saya harus bekerja untuk membayar biaya kuliah. Meski benar benar membutuhkan uang kala itu, saya tidak pernah berhitung. 

Orang bilang, uang memang salah satu motivator terbaik manusia. Tapi pada tahun 1997, saat saya ditawari pekerjaan sebagai wartawan lepas di Media Indonesia edisi Minggu dengan honor per berita yang hanya puluhan ribu, saya tidak mau berhitung. Berapa ongkos yang saya keluarkan, dan berapa saya dibayar. Saya hanya ingin belajar sebanyak yang saya bisa dari para wartawan senior ex Majalah Tempo (yang habis dibredel kala itu). 

Saya sangat senang dan seringkali pulang terlambat ke rumah karena begitu banyak yang ingin saya pelajari dari para senior yang saya kagumi itu. 

Mulai dari tidak bisa melakukan wawancara, hingga saya bisa menembus narasumber penting dan membuat news feature yang menarik dibaca. Itu adalah pengalaman terbaik yang saya dapatkan. 

Menengok ke belakang, saya bersyukur bahwa saya memutuskan memilih bekerja untuk selalu belajar dan tidak hanya mengejar materi, sehingga akhirnya ilmu dan pengalaman membawa saya bisa merasakan bekerja di perusahaan otomotif Jepang terbesar di tanah air, dan kemudian menjadi PR di sebuah perusahan rokok multinasional.

Tiga tahun lalu, saya memutuskan untuk keluar dari comfort zone untuk membesarkan Imogen PR, sebuah PR Agency lokal yang sedang berkembang dan punya mimpi besar untuk menjadi PR Agency Indonesia yang Go International, disaat banyak PR Agency Global raksasa yang merambah ke tanah air untuk berebut “remah-remah kue” Retainer PR Agency. 

Lagi-lagi, bukan materi yang saya kejar tapi justru tantangan kedepan untuk mengembangkan unit bisnis. Kenyataannya memang begitu, di Imogen saya belajar banyak hal baru yang banyak sekali, belajar beragam aspek bisnis untuk pengembangan perusahaan, belajar memgembangkan potensi team muda yang punya passion besar. Yes, ini jelas jauh lebih menarik dan menantang ! Sampai hari ini, saya merasa hal ini jauh lebih berharga dan ternyata uang mengikuti kemudian. 

Moral of the story, jangan pernah berhenti belajar. Yang kamu benar-benar perlukan bukan hanya gaji yang besar, tapi bagimana mendapatkan passion kamu di pekerjaan, sekaligus ilmu yang akan mendorong kamu jauh lebih baik. Jika kamu masih muda dan melamar kerja, jangan hanya melihat dari materi yang kamu dapat. Lihat dari value yang akan kamu terima dari pengetahuan dan pengalaman yang diberikan. 

Seperti kata Kiyosaki, mumpung masih muda investasikan waktumu mulai dari sekarang untuk mengembangkan ketrampilan dan ilmu. Jangan khawatir soal materi. Saat kamu sudah ‘matang’, uang akan mengikuti kok. 
Image
Suharjo Nugroho (Jojo)
Managing Director, Head of Imogen PR

Advertisements

One thought on “Orang Muda Bekerja untuk Belajar

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: