Tenggelam Dalam Rimba Kata-Kata

Hati-hati dalam menulis press release atau berita pers. Anda bisa tenggelam dalam rimba kata-kata. Akibatnya berita pers yang kita buat malah tidak jelas arah, penuh bahasa yang tidak efektif dan bertele-tele. Pesan inti yang ingin disampaikan pun akhirnya menguap. 

“Jika berita pers yang anda tulis itu membuat anda sendiri bingung mencernanya, itu artinya anda tersesat dalam rimba kata-kata yang anda buat sendiri,” kata Jobpie Hidayat, Redaktur Ekonomi dan Bisnis Majalah Tempo, pekan lalu. 

Jobpie menyampaikan hal ini dalam Training Penulisan Press Release di Imogen PR, Selasa 18 Desember 2012. Pelatihan yang khusus dibuat untuk semua tim Consultant Imogen ini dibuat agar rekan-rekan consultant Imogen semakin mahir membuat berita pers yang menarik dan siap tayang. 

Menurut Jobpie, sebuah press release sebenarnya harus punya kualitas yang sama dengan tulisan wartawan. Karena itu kemampuan menulis sangat dibutuhkan oleh seorang PR. Press release yang tidak menarik angle beritanya, serta tidak jelas apa maksud cerita di dalamnya akan membuat wartawan yang membaca kesal. 

“Kita harus tahu bagaimana wartawan bekerja. Deadline mereka sangat ketat, karena itu press release yang ngelantur kemana-mana dan tidak jelas maksudnya apa akan berakhir di keranjang sampah,” tegas pria yang sudah puluhan tahun menjadi wartawan ini .

Lebih lanjut dia mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang PR sebelum membuat sebuah press release adalah “Paham Persoalan”. “Anda harus paham betul “barang” yang akan kita tulis. Kalau kita saja tidak paham bagaimana kita mau membuat orang lain paham saat membaca rilis kita?”.

Kedua, mengetahui standar penulisan berita. 5 W + 1 H itu wajib hukumnya. Panjang tulisan 2.000 karakter itu yang paling ideal. Tidak kepanjangan dan tidak kependekan. Selain itu penggunaan kalimat aktif, kata Me- lebih baik daripada kata Di-

Setelah selesai, jangan keburu puas. Minta teman untuk membaca artikel yang sudah anda buat. Minta mereka menjelaskan kembali isi press release itu dengan bahasa sendiri. Mereka harus paham dan bisa menjelaskan dengan benar sesuai maksud yang anda tulis. “Tapi ini jangan pakai metoda ini terus menerus, nanti malah dituduh pamer atau ngerepotin teman,” kelakar Yobpie.

Advertisements

One thought on “Tenggelam Dalam Rimba Kata-Kata

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: