The Power of Community !

Berkomunitas sekarang sedang ngetrend di Indonesia. Mau komunitas apa aja ada, mulai dari komunitas iseng-iseng hingga komunitas yang serius. Karena mereka adalah loyalis dari sebuah ketertarikan terhadap sesuatu, brand pun banyak menyasar mereka. Supaya mereka juga menjadi loyalis brand tersebut dan menciptakan World of Mouth (WoM).  

Kian menjamurnya berbagai komunitas merupakan fenomena menarik untuk dikaji. Tidak saja karena begitu fanatiknya komunitas konsumen terhadap suatu merek, namun juga kontribusi positif mereka bagi para produsen maupun masyarakat luas.

Kawan saya, Eka Ardianto seorang dosen Prasetya Mulya menuliskannya dalam sebuah buku. Buku berisi 150 halaman ini bercerita tentang teori komunitas konsumen dari pendekatan antropologi. Diterbitkan oleh penerbit Prasetya Mulya
 dan dijual hanya Rp30,000.

Image

Sebagai salah satu pendiri dari dua komunitas bikers besar di Indonesia yaitu komunitas Honda Tiger Mailing List (HTML) dan Honda Vario Club (HVC) yang dibahas di dalam buku ini, Eka mendaulat saya untuk memberikan testimoni di halaman awal bukunya.

Dalam buku ini dipaparkan proses pembentukan komunitas konsumen melalui konsumsi konsumen dan implikasinya bagi manajemen pemasaran.  Sebagaimana sebuah buku teori, kisah-kisah dalam buku ini menghubungkan berbagai konsep pembentukan komunitas konsumen, yaitu konsep ritual, konsep konstruksi imajinatif, dan konsep komunitas konsumen.

 

Sebagai referensi terkini, buku ini tak bisa dilewatkan begitu saja oleh para akademisi dan mahasiswa yang tertarik pada kajian komunitas konsumen. Buku ini juga penting dibaca, terutama oleh para produsen yang ingin mengelola komunitas konsumennya dan para anggotanya yang tertarik memahami lebih dalam jati diri komunitasnya.


 


”The power of community, begitu banyak kekuatan yang tersimpan dalam sebuah komunitas. Karena itu, sangat menarik bila kita membedah apa yang membuatnya begitu powerfull. Buku ini cukup menarik, salah satu alasannya karena berupaya membedah bagaimana suatu komunitas konsumen itu terbentuk. Pastinya, komunitas konsumen tidak bisa dibangun dalam sekejap, butuh proses, komitmen, dan loyalitas para anggota.


Jojo, HTML #002

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: