Mendulang Untung di Reksadana

Tak paham main saham, tak berarti tak bisa berinvestasi di pasar modal.  Buat orang awam atau investor ritel yang tak punya ilmu bermain saham langsung, atau bahkan seperti saya, punya duit pas-pasan tapi tetap pengen berinvestasi, instrumen investasi Reksadana ternyata bisa jadi pilihan lho !

Karakter utama Reksadana terletak pada peran manajer investasi (MI), sang kreator di balik layar. MI bertugas mengelola semua dana nasabah reksadana yang terkumpul. Jadi seolah-olah kita punya tim khusus yang mengelola uang kita untuk diputar agar menghasilkan laba.

Pilihan portofolio yang digunakan MI untuk mengelola dana nasabah adalah Saham, Obligasi, Deposito, dan Pasar Uang. Racikannya bermacam-macam, ada yang persentasenya lebih banyak saham, dan sebagian pasar uang, atau obligasi, ada juga yang lebih banyak diputarkan di pasar uang dan obligasi daripada saham. Saat ini ada 15 jenis reksadana, mulai dari yang konvensional, berbasis syariah hingga Exchange Traded Fund (ETF).

“Pasti untung gak?”, tanya seorang teman. Seperti semua instrumen investasi lain, gak ada jaminan pasti untung bro! Gak ada investasi yang gak punya resiko. Kalau ada orang yang bisa jamin sebuah investasi tanpa resiko, justru harus hati hati itu ujungnya penipuan.

Karena itu penting untuk memilih produk reksadana yang berkinerja baik. Kinerja reksadana yang baik dalam kondisi pasar yang sehat bisa naik 100 persen lho dalam setahun! Bandingkan dengan instrumen investasi lain seperti Deposito.

Sayang, belum banyak orang yang paham berinvestasi di reksadana. Karena itu, jumlah pemegang rekening reksadana di tanah air masih sangat rendah, per Oktober 2012 saja hanya 161.000 orang, artinya baru 0,07% penetrasinya dari jumlah penduduk Indonesia yang menurut catatan BPS 2010 sebesar 237,64 juta jiwa.

Saya sendiri sekarang punya 6 macam produk reksadana, 4 reksadana saham, 1 reksadana campuran dan 1 reksadana pendapatan tetap. Tahun 2013 kemarin kondisi ekonomi Indonesia yang memburuk memang membuat kinerja reksadana kurang baik, namun saya tetap rutin ber-invest. Mengutip kata analis, saat pasar sedang bearish, harga reksadana sedang murah jadi justru saatnya untuk masuk berinvestasi.

Per 27 Maret 2014, sepanjang tahun ini, IHSG telah mendaki 10,5% ke posisi 4.723,06. Sejumlah analis optimistis, IHSG akan terus bergerak naik. Apalagi jika pemilu berjalan lancar, pasar akan bereaksi positif. Jika itu terjadi, saatnya investor mendulang untung.

Ayo, buruan ber-investasi ! Minimal pembelian reksadana cuma 100.000 kok. Tidak ada kata telat untuk masuk. Apalagi pasar sedang bergerak naik. Yuk !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: