Memilih Presiden, Menunggu Ratu Adil

Pemilu Presiden kali ini, 9 Juli 2014 memang lebih seru. Karena dua kandidat sama kuat. Saya sendiri lupa kapan terakhir nyoblos pemilu Presiden karena seringkali Golput.

Dari pengalaman, mulai Pemilu orde baru, pemilu setelah reformasi hingga pemilu 5 tahun lalu, Presiden terpilih tak pernah bisa memenangkan hati rakyatnya. Janji janji sekedar janji. Untungnya kita memang bangsa pelupa sehingga tak banyak menuntut janji janji manis saat kampanye.

Saya memilih Jokowidodo-Jk, Istri memilih Prabowo-Hatta. Anak kami yang masih kecil Pawpaw mendukung No 1, Piwpiw no 2, meski masih terlalu kecil untuk mengerti arti dari angka angka itu mereka ikut merasa senang.

Daripada Golput lagi, lebih baik memilih, siapapun pilihannya, karena keduanya pasti sama-sama baik, paling tidak dari janji janji manisnya. Tak ada yang berjanji akan merusak bangsa ini. Semuanya membangun,mensejahterakan, mengayomi, bekerja untuk rakyat bla bla..

Semoga kali ini Presiden terpilih berbeda dari sebelum-sebelumnya. Karena bangsa ini sudah sangat lama menunggu datangnya ratu adil, bagaikan menunggu godot, sesuatu yang tak pasti.

Selamat berdemokrasi ! merdeka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: