Bisa Kaya dari Kayu Sengon

Ada yang mau gak? Tanam pohon, terus santai ongkang-ongkang kaki, di tahun kelima panen bisa dapat Rp 500 juta, bersih! Ini artinya setahun dapat Rp100 juta atau sama dengan gaji pegawai Rp8 juta per bulan. Syaratnya, punya lahan dan tanami pohon kayu Sengon (Albizia chinensis)

Cerita itu saya baca hari ini di blognya pak Dahlan Iskan, https://dahlaniskan.wordpress.com  Saya bukan fans atau penggemar Dahlan Iskan, tapi artikel terbaru di blognya hari ini (9/3) soal berburu menanam Sengon memang sangat menarik.

Kata Dahlan, saat ini rakyat sedang berbondong-bondong menanam tanaman keras, karena memiliki nilai ekonomis. Juaranya, Sengon. Kenapa? Karena dijualnya gampang, banyak pabrik pengolahan triplek yang bahan baku utamanya kayu sengon.  Malah, kata Dahlan lagi, pabrik-pabrik itulah yang kini haus Sengon. Dalam jangka panjang pasarnya pun terjamin. Gerakan anti penebangan hutan sedunia membuat industri kayu beralih ke tanaman rakyat. Soal hamanya juga gak banyak, hanya karat puru, kata dia. Cuma yang paling setres kalau terkena hama kelas berat : ditebang orang di tengah malam hahaha..

Presiden RI Jokowi yang ahli kayu juga pernah bilang, serapan pasar terhadap kayu sengon terus membesar, sementara pasokan bahan kayu kurang. Perhitungan Jokowi menarik. Dia menyimpulkan dalam jangka waktu lima tahun, penanaman pohon Sengon di lahan seluas satu hektar bisa menghasilkan keuntungan Rp867 juta. “Artinya satu tahun, ada untung Rp173 juta atau per bulan Rp14 juta,” kata alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 itu.

Menurut dia dalam satu hektar lahan idealnya ditanami 2.500 pohon sengon atau artinya satu tanaman memerlukan areal penanaman seluas 2×2 meter persegi. Jokowi menghitung total kebutuhan biaya investasi selama lima tahun untuk pembelian bibit, perawatan enam bulan sekali, penyulaman hingga tenaga kerja, hanya memerlukan dana Rp32,2 juta.

Hitungannya memperkirakan setiap satu pohon sengon menghasilkan kayu sebanyak 0,8 meter kubik yang kini bisa dibeli pasar dengan harga Rp 450.000. Apabila ada 2.500 pohon, maka omzet lahan tanaman sengon seluas satu hektar, yang bisa dipanen setelah lima tahun, mencapai Rp900 juta. Dikurangi biaya investasi Rp 32 juta, ketemu untung senilai Rp 867 juta. “Ini hitungan saya, kalau salah silahkan dikoreksi. Tapi, yang jelas bisa menambah pemasukan warga,” kata dia.

Saya sendiri punya lahan di kampung di wilayah Jawa Barat, gak besar hanya 5.000 meter yang juga sedang ditanami tanaman keras, Beli tanahnya per bata (1 bata 14 meter) Rp175,000, artinya per meter gak lebih dari harga semangkuk bakso. Ada sekitar 800 batang Jati Solomon dan 200 batang Sengon yang saya tanam. Bayangin kalau satu batang harganya Rp1 juta saja, pas panen bisa dapat uang berapa tuh, banyaklah bisa buat beli tanah lagi. Nyatanya bukan cuma saya, yang melirik lahan desa untuk menanam pohon kayu. Sekarang orang-orang di desa juga sudah demam menanam pohon Sengon. Lebih bagus lah daripada demam batu akik kan?

Kata seorang teman, berbisnis paling benar itu adalah bertani. Karena modalnya hanya tanah, dan tanah Indonesia yang  diberikan Tuhan YME adalah tanah terbaik yang sangat subur. Tongkat kayu ditancap saja bisa tumbuh. Apalagi kalau yang ditancap Sengon, bisa jadi duit banyak. Masih begitu luas lahan di pelosok Jawa, jadi masih begitu banyak pilihan untuk kaya. Yuk!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: