Menjadi dan Mencari Para ‘Believers’

Selembar koran edisi Sabtu (7/3) ini saya bawa-bawa dari kemarin. Bukan karena ada nama saya sebagai pemenang lotre di koran itu, tapi topik artikel menarik dari kolom Ultimate-U dari Rene Suhardono yang ingin saya bagi kepada temans.

Di kolom itu, Rene bercerita soal kesulitan organisasi di masa kini dalam mencari orang, yaitu mencari, menemukan, merekrut, mempertahankan dan mengelola orang-orang yang tepat untuk organisasi. Organisasi apapun non profit maupun profit, semua punya problem yang paling pelik, yaitu “People”. Saya sendiri merasa sepakat dengan itu, baik di Imogen PR, agency PR lokal terkemuka tempat saya bekerja, maupun di organisasi non profit yang baru saya ikuti, yaitu Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI), sebuah asosiasi yang memayungi agency-agency PR Lokal Indonesia, punya problem itu : Mencari, menemukan, merekrut, mempertahankan dan mengelola orang-orang yang tepat.

Saya kutip pernyataan Rene, bahwa kita butuh peran serta dan kontribusi orang-orang yang andal dan mumpuni. Karena tidak ada terobosan bisnis tanpa orang cerdas, tekun dan berani yang tidak mudah puas akan pencapaian wajar selama ini. Tidak ada pembaruan tanpa kehadiran manusia manusia peduli yang turun tangan. Tidak ada inovasi bermakna tanpa keikutsertaan insan-insan yang menawarkan kebaruan dan kekinian. Sayangnya, manusia seperti ini jarang dan malah kini sudah menjadi langka.

Jadi apa yang harus dilakukan? Recruit Believers not Workers.
Kata CEO Wholefoods John Mackey, manusia bukan sekadar tenaga kerja, bukan hanya aset dan bukan hanya SDM. Manusia adalah sumber ide, sumber kreativitas, dan sumber keberlangsungan untuk masa depan.

Mencari tenaga kerja sebatas mencari pekerja untuk menuntaskan job description adalah resep terbaik untuk kinerja biasa-biasa saja. Bahkan kalau salah pilih orang, hasilnya bisa jauh dibawah biasa saja. Sebaliknya Believers tidak akan tertarik bergabung jika hanya sekadar untuk gaji dan segala bentuk insentif lain. Mereka bergabung karena paham, percaya, yakin, mampu dan mau dengan misi organisasi. “Believers are people who share your mission in life,” kata Rene.

Apakah kita sekedar mencari tenaga kerja untuk mengisi posisi tertentu atau mencari rekan seperjuangan yang akan bertumbuh dan berkembang bersama organisasi? Apakah kita bakal hanya bicara dalam bahasa transaksional atau hal hal lain yang lebih hakiki? Jawabannya akan menentukan apakah kita akan menjadi organisasi ala kadarnya yang mudah guncang atau tumbang oleh sedikit perubahan atau justru akan menjadi organisasi istimewa yang hadir dari idealisme para pendirinya untuk menjadikan dunia yang lebih baik. Mari menjadi Believers dan mencari para Believers lainnya, agar kita bisa bersama sama merubah dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: