Sepertiga Malam, Enaknya Ngapain?

Setahun terakhir, saya sering terbangun di sepertiga malam, sekitar jam 3 atau 4 pagi. Jam segitu, enaknya ngapain? Tidur lagi, “Serangan Fajar”, atau Shalat malam alias Tahajud? Saya gak akan bilang saya tahajud, kebanyakan kalo gak bisa “Serangan Fajar” karena gak musuhnya juga masih terlelap, ya tidur lagi. Biasanya tetap bangun dari ranjang, ke toilet, ke dapur ambil minum, keluar liat jendela ngecek teras dan pagar takut ada maling,balik kamar, tidur. Begitu terus.

Sepertiga malam kali ini mau kayak orang bener, shalat tahajud ah. Karena kata orang, di sepertiga malam gelombang otak kita turun dari kondisi Beta 12-25 hz ke kisaran Alfa 8-12 hz dan akhirnya Theta 4-8 hz. Kondisi mengantuk adalah tanda kita ada di gelombang Theta, kondisi khusyuk dimana gelombang otak kita memasuki dunia bawah sadar. Kondisi yang dekat dengan gelombang Ilahi sehingga didengar doa-doa kita. Doa di sepertiga malam, menurut Rasululah SAW, adalah doa yang mudah dikabulkan Allah SWT.

Soal manfaat Tahajud saya gak perlu kasih tau disini, wong saya juga bukan ustadz Jojo, jadi takut salah, googling aja kalo mau tau manfaatnya. Tapi kondisi gelombang otak theta dan keheningan sepertiga malam, serta dinginnya hawa (bahkan tanpa ac) memang membuat kita sangat khusyuk dan merasa sangat dekat dengan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“”Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya.” (HR. Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).

Nyatanya iya bener, saat tahajud dan berdoa, rasanya seperti kita berbisik di telinga-Nya. Diamini oleh para malaikat yang turun ke bumi di sepertiga malam. Berdoa di keheningan malam, mengaku kepada Tuhan, memohon ampun karena banyak sekali dosa yang sudah diperbuat, gak kehitung. Tapi toh Allah tetap sayang sama hambanya, masih memberikan karunia sehat dan rizki-Nya. Di dinginnya malam, memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam menjalani hidup, diberikan karunia sehat dan rejeki yang berlimpah, serta umur yang barokah.

“Laa Ilaaha ilallallaah wahduhu laa syariikalah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa’alaa kulli syai’in qadiir . Tidak ada Tuhan selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya semua kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, Ya Rabb, bukakanlah pintu-pintu karunia Mu, Turunkan untukku keberkahan Mu. Ya Allah, aku tak tahu apakah besok malam aku masi bisa mengucap doa yang sama. Pinta terbesarku ya Allah, pulangkan aku dalam keaaan terbaik, kapan pun itu dan masukan aku ke dalam surgamu. aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: