Hiduplah Indonesia Raya

“Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku..,” gadis remaja berparas cantik itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan nada pelan didepan mamanya. Baru bait pertama dia sudah salah. Bait kedua salah lagi. Bait ketiga, mamanya menghela napas. “Come on, you have to sing this song tomorrow, you are song conductor,” tegas sang mama yang faseh berbahasa Inggris sambil menyeruput cappuccino-nya. Saya mengamati percakapan keluarga ini dari meja sebelahnya, saat sarapan di sebuah resto hotel di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan (16/8).

Oalah..ternyata dia bertugas sebagai song conductor saat upacara kemerdekaan di sekolahnya. Gadis itu tertawa-tawa saja mendengar orang tuanya kesal karena dia tak hafal-hafal lagu kebangsaannya. Sesaat mamanya pergi mengambil roti, dia kembali memasang earphonenya, dan cuap cuap menyanyikan lagu pop asing masa kini, entah apa. Yup, inilah fenomena generasi milenial sebuah keluarga urban saat ini.

Smarphone saya berbunyi. Ada sebuah pesan masuk di grup whatsapp. Ada teman yang sharing video seorang anak kampung yang salah-salah menyanyikan Garuda Indonesia dan jadi bahan tertawaan temannya. Akhh..fenomena apalagi ini, gumam saya, sambil tersenyum kecut melihat isi video youtube itu. Kenapa generasi milenial mau di urban atau di pelosok desa sama saja, sudah hilang rasa hormatnya terhadap lagu kebangsaan.

Saya kembali menyeruput kopi sambil membuka halaman koran Kompas minggu. Sebuah artikel membuat saya tertegun. Tentang rekaman asli lagu “Indonesia Raya” karya WR Supratman yang hilang, entah dimana rimbanya. Sang wartawan, Iwan Santosa, bercerita bagaimana lagu kebangsaan ini direkam di piringan hitam secara sembunyi-sembunyi, dan disembunyikan lewat gerilya agar tak kena sita pemerintah kolonial Belanda. Rekaman lagu ini dilindungi dengan tumpah darah para pejuang di masa kemerdekaan.

“Indonesia raya merdeka-merdeka, tanahku negeriku yang kucinta..Indonesia raya merdeka merdeka hiduplah Indonesia Raya.,” gadis remaja itu kini makin hafal dan bersemangat dituntun mamanya yang sudah mulai tersenyum-senyum.

70 tahun sudah Indonesia Merdeka, dan semoga generasi berikutnya, generasi milenial, super milenial, atau apapun namanya nanti tidak melupakan sejarah. Paling tidak bisa menyanyikan lagu kebangsaan di luar kepala. Hiduplah Indonesia Raya !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: