Mereka Tergiur Gojek Dream

Herry (40), pengusaha bordir di bilangan Bogor mengeluh soal kehadiran Gojek. Ojek online itu memang bukan kompetitor bisnisnya, tapi kehadiran Gojek membuat operasional usaha bordirnya berantakan. Pasalnya, iming-iming penghasilan besar yang bisa didapatkan dari Gojek membuat karyawan-karyawannya tergiur dan berbondong-bongong keluar dari pekerjaan untuk mendaftarkan diri jadi pengemudi ojek online.

Kabarnya, jadi pengemudi Gojek bisa dapat penghasilan Rp 2 juta dalam seminggu, atau sekitar Rp 6 juta lebih dalam sebulan. Dibandingkan penghasilan menjadi operator mesin bordir, menjadi pengemudi Gojek sepertinya jauh lebih menggiurkan.“Produksi jadi langsung drop karena mesin bordir tidak ada yang pegang, operatornya semua memilih jadi Gojek. Mereka terhipnotis Gojek Dream, impian berpenghasilan besar,” keluh juragan bordir berlabel Triangga Bordir ini.

Karena Gojek Dream itu, wajar sekarang sudah lebih dari 10 ribu orang bergabung di Gojek. Minggu lalu di Hall A Stadion Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, lebih dari 3 ribu orang berdesakan untuk mendaftar jadi pengemudi Gojek ataupun Grab Bike, ojek online sejenis.

Saya sebenarnya juga miris mendengar kabar kawan ini, karena mengalami hal yang serupa. Dua hari yang lalu, dua orang mekanik bengkel saya juga mengundurkan diri. Alasannya macam-macam dibuat, tapi kabarnya mereka juga mendaftar jadi pengemudi Ojek Online, entah Gojek atau Grab Bike.

Euphoria Gojek disatu sisi memang membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan, sekaligus solusi sementara masyarakat dari kemacetan lalu lintas di kota besar yang semakin menggila. Namun di sisi lain, belum kelar kecemburuan sosial dari kang ojek pangkalan, masalah baru muncul dari industri UKM. Rupanya pengemudi Gojek bukan hanya berasal dari tukang ojek pangkalan, tapi juga pindahan dari karyawan-karyawan UKM dan Industri kecil yang tergiur Gojek Dream, cerita manis menjadi pengemudi Gojek.

Padahal, cerita penghasilan besar yang didapatkan bisa jadi karena saat itu pengemudi Gojek masih sedikit sementara peminatnya sudah besar. Sekarang setelah ribuan lagi orang mendaftar, apakah Gojek Dream masih membahana?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: