Dotsbox, Butik Co-Working Space Fashion Designer Lokal

Di kota-kota besar kini bermunculan co-working space, ruang kerja bersama. Namun jika kebanyakan co-working space kental dengan bisnis start-up (rintisan) digital dan kreatif, ada sebuah co-working space baru di Jakarta yang bidangnya berbeda, Fashion.

DotsBox namanya, bertempat di Jl. Benda, Kemang, kawasan yang menjadi tempt hang out anak muda yang kini juga dipenuhi banyak butik-butik fashion.

DSCF8327

Sevi Irawan sebagai pendiri DotsBox saat peluncuran DotsBox di Jakarta (5/12) menjelaskan, DotsBox akan menjadi co-working space sekaligus wadah inkubator para fashion designer lokal dengan mentoring dari para desainer senior yang sudah lebih berpengalaman di industri ini, untuk menghasilkan karya fashion yang disukai para fashionista namun dengan harga yang terjangkau.

 

“Seiring perkembangan industri kreatif fashion Indonesia yang sedang marak, start-up fashion designer pun bermunculan. Untuk memfasilitasi mereka agar bertumbuh, DotsBox hadir sebagai Local Fashion Designer Hub pertama di Indonesia sekaligus wadah untuk para mereka memasarkan hasil karyanya. Ini adalah ruang kerja bersama yang dalam perkembangannya tumbuh menjadi ruang bekerja sama. Ada semangat berjejaring dan berkolaborasi disini, jadi yang ingin merintis bisnis fashion tak perlu risau,” jelas lulusan Esmod dan Imelda Sparks Fashion Academy (ISFA) ini.

 

Konsep store DotsBox adalah one stop fashion entertaintment yang bisa dikunjungi setiap hari Senin – Sabtu dari pukul 10.00 – 21.00 WIB. Ada area penjualan yang nyaman dan juga ada kafe yang bisa menjadi tempat berkumpul para desainer sekaligus area konsultasi. Di lantai satu adalah area Ready to Wear dan kafe, sementara lantai dua adalah Couture Collection atau Made to Measure (dibuat khusus sesuai permintaan pelanggan) dan Alteration Facility dimana pelanggan dapat membuat desain yang diinginkan melalui fashion designer yang dia pilih.

 

DotsBox menyediakan kapasitas co-working space untuk maksimal 8 orang fashion designer untuk koleksi Ready to Wear di lantai 1 dan maksimal 4 orang fashion designer untuk Couture Collection yang terletak di lantai 2. Selain lokasi yang strategis di bilangan Kemang dan target pelanggan yang pas – para kaum muda yang modis – DotsBox juga akan membantu memasarkan dan mempromosikan karya mereka melalui e-commerce.

Saat ini, sebanyak 8 fashion designer lokal berbakat dengan latar belakang yang berbeda berkolaborasi di DotsBox menghasilkan karya fashion berkualitas dengan label masing-masing. Label dari para desainer tersebut yaitu DOTS yang digawangi oleh Sevi Irawan, lalu ada juga FIDELIA by Dian Yuliani, LOURDES by Brigida Lourdes, BY by Berto Yosua, MIMU by Ditya Metharani, A-KYU by M. Ari, MOJUYA by Julianto, dan CLINIC of FASHION by Sylvi. Sebagian besar dari mereka adalah alumni sekolah Fashion Designer Imelda Sparks Fashion Academy (ISFA). Karya-karya mereka sering digelar di fashion show besar seperti Jakarta Fashion Week (JFW), Indonesia Fashion Week (IFW), dan Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF).

 

“Jadi di DotsBox pengunjung dapat memenuhi keinginan berbelanja dengan style yang berbeda-beda dalam satu tempat. Menariknya, anda juga bisa berkonsultasi dengan para fashion designer tersebut secara pribadi, dengan perjanjian terlebih dahulu,” tambah Sevi.

DSCF8666

Fashion Designer senior Musa Widyatmodjo yang menjabat sebagai Direktur Kreatif dan Pengembangan Akademik Imelda Sparks Fashion Academy dan juga menjadi mentor para fashion designer di DotsBox menambahkan, selama dua dekade industri kreatif fashion Indonesia memang tumbuh pesat dan mendorong munculnya bibit muda berbakat dari sekolah-sekolah fashion designer. Namun begitu lulus para fashion designer itu juga bingung, karena membuat label sendiri ternyata tidak mudah, pasti menghadapi kendala logistik, pembiayaan dan pemasaran.

“Fashion Designer lokal begitu lulus kalau gak punya modal, kerja dulu dibawah label orang lain bertahun-tahun baru bisa mengeluarkan namanya sendiri. Merancang busana saat di sekolah dan merancang di dunia nyata sangat berbeda, ada konsumen yang terlibat, berurusan dengan produksi, merancang, penjualan dan pemasaran semua pada satu waktu,” kata Musa yang hadir saat peluncuran DotsBox.

 

Kondisi ini, lanjut Musa, mengakibatkan industri fashion Indonesia tidak seimbang karena hanya berkembang pesat di sisi kreatifnya saja, namun di sisi produksi maupun pengembangan pasar tersendat. “Para fashion designer ini membutuhkan wadah inkubator bisnis serta mentoring dari senior yang sudah lebih berpengalaman dalam industri ini,” kata dia.

 

Sevi mengatakan, dengan adanya mentoring dari para senior jadi menambah semangat para start-up fashion designer ini karena penting bagi mereka untuk mendengar pendapat dari orang yang berpengalaman, memecahkan masalah sekaligus untuk bertukar pengetahuan dan informasi tentang market, trend dan sebagainya. “Dengan mentoring dari para desainer senior yang sudah lebih berpengalaman di industri ini, para start-up fashion designer ini bisa menjadi fashion entrepreneur yang menghasilkan karya desainer berkualitas dengan harga terjangkau yang disukai pasar,” kata Sevi.

 

Selain mendapatkan mentoring dari Senior Fashion Designer Musa Widyatmojo, para start-up Fashion Designer ini juga mendapat dukungan dari desainer kenamaan Adjie Notonegoro untuk mendorong mereka menjadi Fashion Entrepreneur yang siap meramaikan dunia fashion dan lifestyle Indonesia. DotsBox akan menjadi sebuah destinasi baru belanja produk fashion karya fashion designer lokal yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: