Kakak Alumnus Komunikasi UI, Balik ke Kampus, Yuk!

Sabtu pagi kemarin (7/5) aku kembali memasuki kampus UI Depok. Ada setangkup haru dalam rindu. Beberapa masih seperti dulu, Hollywood UI, Rektorat, Bundaran Makara dekat Psikologi. Tapi banyak juga yang berubah, bus kuningnya makin keren, perpustakaan makin kece, banyak gedung baru, dan sebentar lagi ada RS UI.

Masuk ke FISIP UI, suasana lebih terasa akrab. Tiap sudut menyapaku bersahabat. Memori kehidupan kampus dengan politik praktis di era reformasi kembali berkelebat. Aku hitung selisih tahun ini dengan tahun masuk kuliah. Ah..enggak kerasa, 20 tahun sudah meninggalkan kampus. Sambil melangkah masuk, aku bersenandung menyanyikan hymne UI, “Almamaterku setia berjasa, Universitas Indonesia..” Mataku mulai berkaca-kaca, bernostalgia.

Kisah perjuangan masuk UI, menempuh studi di sana dengan segala suka dukanya, drama kehidupan kampus dan terakhir perjuangan untuk lulus menjadi sarjana kini menjadi sebuah bagian dari kisah kehidupan kita yang manis.

Perjuangan yang sebenarnya kemudian dimulai saat kita menjadi sarjana. Makara UI di ijazah menjadi gengsi sekaligus beban. Apalagi kalo bos kita juga alumnus UI. “Jangan malu-maluin UI luh, masa kerjaan gini aja gak bisa?” Matek dah!

Perjuangan meniti ilmu dan tangga karir pada akhirnya mulai terbayar saat kita sudah berada di jajaran top level di industri masing-masing. Kini, banyak kawan-kawan alumnus yang sudah di posisi manager, tidak sedikit di level direksi, bahkan beberapa sudah memiliki perusahaan sendiri.

Kita semua tahu, masing-masing perjalanan karir kita tidaklah mudah. Bekal ijazah sarjana Komunikasi UI menjadi modal awal yang cukup bergengsi meski belum jaminan jalan kita akan mulus. Ada hal-hal lain yang menjadi paramater selain makara dan nilai IPK. Ada skill, networking, integritas, keberuntungan dan doa.

Kehadiranku kembali ke kampus untuk menjadi pembicara workshop yang diadakan HMIK UI. Ada sekitar 50 mahasiswa yang hadir memenuhi ruangan kuliah yang sekarang jauh lebih keren. Dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore mereka dengan antusias mengikuti workshop. Pertanyaan-pertanyaan kritis mereka tanyakan diselingi canda-tawa khas mahasiswa.

“Kami perlu skill praktis yang enggak diajarkan dosen di kampus, Om,” katanya. Ya, mereka panggil aku Om, bukan lagi Mas, karena mereka lahir saat aku sudah kuliah semester 4. Kalau dulu pas mahasiswa aku “kecelakaan,” anakku pasti sudah sebesar mereka sekarang. Untung dulu pacarannya masih sehat..hihi..

Melihat adik-adik kelas kita di Komunikasi UI, perjalanan karir mereka nanti akan jauh lebih sulit, persaingan lebih keras di era digital, karena teknologi yang semakin canggih dan informasi semakin mudah didapat semua orang. Yang mereka butuhkan adalah pemahaman terhadap dunia kerja yang akan mereka hadapi, tantangan apa yang ada di depan dan bagaimana mempersiapkannya. Mereka butuh cerita kita, cerita perjuangan kita, cerita kegagalan kita, cerita kesuksesan kita.

Kita paham lawan-lawan mereka di industri yang akan mereka hadapi adalah lawan yang tangguh. Banyak lulusan universitas swasta berlabel internasional yang uang SPP nya saja sama dengan cicilan rumah, banyak lulusan luar negeri dengan English cas cis cus yang ogah kerja di luar tapi lebih ingin berkarir di Indonesia.

Nah, wahai kakak-kakak alumni Komunikasi UI yang kece, apa yang bisa kita bantu untuk generasi mendatang, adik-adik kita di Komunikasi FISIP UI agar mereka bisa daya saing kuat di dunia kerja yang nyata?

Yuk, kembali ke kampus, Kak! Berbagi ilmu praktis, berbagi cerita dan pengalaman. Jadi dosen tamu boleh, jadi pembicara di kegiatan himpunan (HMIK) juga bisa. Please list your name in comment if you are keen to help them to share your expertise, your experience and your story. Saya buat Grup Alumni Komunikasi UI di Linkedin untuk berdiskusi dan bernetworking, silahkan gabung juga disana ya. Ini linknya https://www.linkedin.com/groups/10339218

Workshop selesai. Saya pamit pulang, senyum mereka merekah, memberi ucapan terimakasih tulus. Beberapa menyalami saya dan minta saya tidak kapok untuk kembali ke kampus. “Saya akan datang kembali, bersama alumni kalian yang sudah hebat-hebat sekarang. Isi Pekan Komunikasi UI yang keren itu dengan narasumber dari alumni kalian yang juga keren,” tandasku.

Melewati gedung jurusan Komunikasi UI, saya kembali bersenandung..”Almamaterku setia berjasa, Universitas Indonesia, Kami wargamu bertekad bersatu, kami amalkan Tridarmamu..”

Suharjo Nugroho (Jojo) – Komunikasi UI 1994

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: